Rabu, 13 September 2017

Frame gantung lampu tumblr

Remaja dan keunikan, 2 hal yang saling berkaitan. Remaja yang menggemari keunikan dan keunikan yang dipancarkan oleh remaja, merupakan daya tarik yang sangat menarik. Pada era globalisasi ini banyak fotografi yang dapat dijumpai di berbagai sosial media. Seperti halnya di tumblr yang memiliki seabrek foto kamar tidur yang saking cantiknya, seolah terlihat dari dunia mimpi. Bagi remaja yang sebagian terbesarnya waktunya berada disekolah, dan kedua barulah berada dirumah. Remaja yang kecenderungannya lebih menutup diri dari sebelumnya, hal ini yang membuat remaja betah berlama-lama berada di kamar tidur. Kamar tidur yang nyaman pasti akan membuat pemiliknya betah dan istirahatpun akan menjadi semakin efektif.  Memiliki kamar tidur yang bagaikan mimpi, menjadi dambaan bagai sebagian besar remaja putri tentunya. Nah, dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan cara membuat frame gantung dari bahan-bahan bekas yang berada disekitar kita. Daripada barang bekas menjadi sampah, lebih baik kita gunakan kembali untuk dijadikan hal-hal yang berguna dan bernilai.



Bahan :
*Koran bekas
*Kardus bekas
*Kertas kado bekas/lebihan
*Foto kecil (ukuran 3x4 dan ukuran dompet)
*Penjepit kertas ukuran besar
*Gliter (warna sesuai selera)
*Mika plastik

Alat :
*Lem kertas
*Gem g/ lem uhu (tidak danjurkan menggunakan lem castol karena berwarna kuning, usahakan lem bening)
*Gunting
*Cutter
*Pelubang kertas
*Pensil
*Double tape
*Amplop (dapat diganti dengan wadah lain)

cara membuat frame luar

1. Potong koran menggunakan cutter menjadi beberapa bagian persegi panjang yang simetris sesuai dengan kebutuhan (1 lembar saya bagi menjadi 16 dan 36 lembar)

2. Gulung kertas hingga menjadi gulungan kecil dan kaku, beri lem kertas diujung gulungan agar gulungan tidak lepas dan rapi.

3. Lapisi gulungan menggunakan double tape secara mengeliling.

4. Siapkan amplop dan tuang gliter ke dalamnya (saya menggunakan amplop agar gliter tidak mudah tumpah)
5. Lepas penutup dauble tape dan masukkan gulungan kedalam amplop, ratakan gliter hingga menutupi seluruh bagian gulungan.

cara membuat frame belakang
1. Ukur foto diatas karton bekas, tiap sisi berikan lebihan selebar 1cm dan tandai dengan pensil.
2. Potong karton yang yang telah berpola.

3. Lapisi karton menggunakan kertas kado bekas. beri lebihan 1cm disisi kanan dan kiri sehingga terlihat menyerupai persegi sama sisi. lem pada semua bagian.

cara membuat frame
1. Ukur mika plastik sesuai dengan foto, beri lebihan dibelah sisi kanan, kiri, dan bawah selebar yang anda inginkan untuk ditempeli double tape.
2. Lepas penutup double tape dan rekatkan mika ke frame belakang.

3. Rekatkan gulungan gliter mengeliling untuk menutupi double tape.
4. Beri hiasan gulungan gliter sesuai selera anda

5. Pada bagian atas tengah lubangi menggunakan pelubang kertas.

6. Paitkan pelubang kertas dengan penjepit kertas

7. Kaitkan penjepit kertas dengan lampu tumbr (atau dapat pula dikaitkan pada tirai)
selesai...

SELAMAT MENCOBA!

Categories:

Jumat, 08 September 2017

Buket Anak Sekolah

Buket, siapa sih yang nggak kenal? hampir semua orang dari semua kalangan usia pasti mengethuinya. Setelah melalui sejarah yang panjang, akhirnya buket kini memiliki banyak variasi. Mulai dari buket bunga, buket snack, buket coklat, dan lain-lain. Buket ini biasanya dibeli untuk diberikan sebagai hadiah kelulusan, ulang tahun, dan masih banyak jenis perayaan lainnya. Nah selain menarik, buket juga memiliki harga yang relatif mahal bagi kalangan para siswa tentunya (seperti saya hehe). Ternyata pembuatan buket ini tidak serumit yang terlihat, bahkan dapat dikatakan sangat mudah. Nah dalam tulisan saya kali ini, saya akan memberikan panduan cara membuat buket alat tulis yang cocok untuk diberikan kepada anak-anak yang masih sekolah sebagai hadiah ulang tahun atau hadiah kenaikan kelas. Oiya, hal ini dapat dilakukan sendirian yaaa..






Alat:
gunting
solasi


Bahan:
macam-macam alat tulis
pita
kertas pembungkus




Cara pembuatan
1. Gunakan sampul mika gulung sebagai tangkai utama.
2. Susun satu per satu alat tulis berkaitan dengan mika gulung, rekatkan dengan solasi
tips1: jika mempunyai double tape, dapat digunakan sebagai pengganti solasi
tips2: alat tulis disusun dari yang terbesar hingga terkecil, sehingga alat tulis kecil tetap dapat terlihat
3. Letakkan rangkaian alat tulis diatas kertas pembungkus yang terlebih dahulu disusun (usahakan wajah kertas berada di bawah agar terlihat menarik) mulai lipat bagian bawah kertas dan kreasikan menyesuaikan bentuk rangkaian alat tulis hingga terlihat menarik.
4. Ikat bagian bawah buket menggunakan solasi hingga beberapa putaran.
5. Tali bagian lilitan solasi menggunakan pita dan tali pita dengan cantik.
Buket alat tulis sudah siap...

Selamat mencoba dan semoga beruntung
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca

Categories:

Senin, 23 Mei 2016

(Nano-nano) Teman Masa Kecil

Hafiz Tungga Anggara, kapten tim voly Sekolah. Akrab disapa Hafiz. Aku sering memanggilnya Ais, entah mengapa panggilan itu muncul begitu saja dari mulut mungilku dahulu. Perawakannya tinggi, jelas saja dia seorang atlet voli. Badannya kurus, tetapi tak begitu berisi. Kulitnya putih, hidungnya mancung, rambutnya lurus dan panjang untuk ukuran seorang lelaki. Sesosok kategori idaman di sekolahku. Rasanya beruntung sekali bisa dekat dengannya. bagaimana tidak dekat, 8 tahun sesekolah itu tidak singkat. Setahuku, banyak sekali teman seangkatanku yang suka kepadanya, ehm... aku juga sih hehe.

Ada beberapa tipe gadis yang suka dengannya. Entah dia secara terang-terangan menunjukkan rasa sukanya, atau dalam diam dia menyukai Hafiz. Yang aku tau ada 1 teman kelasnya yang jelas-jelas suka, Ochi namanya. Anak KIR, bidadari mungil nan pendiam.

Pasti kalian bingung kenapa aku bisa tau. Aku sejenis orang yang dapat membaca pikiran orang lain, sungguh aku tak bercanda. Asalkan, fikiran itu dia tuangkan ke dalam tulisan atau semacamnya. Aku tipe orang yang tak suka mengenai hal mistis. Segala tentang dunia ini memiliki penjelasan, bahkan pada suatu titik ketika kamu tak dapat mendengar atau melihat. terkadang hal itu dapat dijelaskan dibeberapa ilmu. Yang bodohnya, aku saja kadang tak tahu. Dan aku meyakini bahwa beberapa dari temanku atau bahkan semuanya sama bodohnya denganku.

Hafiz itu cuek ke semua orang, itu sih yang aku tahu. Tak terkecuali juga cuek kepadaku. Padahal kita dulu sekolah bareng, bayangin. Sakit gak menerutmu? sakit banget lah. Pernah pertama mau berangkat sekolah sebagai siswi SMA aku nyapa dia di depan rumah, "Woi Ais, berangkat sendirian lo?"

"Iya." dia jawab gitu. udah gitu aja, 1 kata. Heran gak sih. Itu anak kesurupan apa waktu SMP. Iyasih selama 3 tahun terakhir aku ngerti soal kita yang jarang banget ketemu terus sekedar basa-basi tegur sapa. Aku emang sekolah di SMP yang mengharuskan siswanya bertempat tinggal di asrama. Jadi ya aku pulang pas waktu libur aja. Kalo pas beruntung aku bakal nemuin dia berangkat lari pagi di depan rumah, yang sialnya dia terlalu fokus sama hobinya itu. Sampe-sampe aku yang tiap liburan bela-belain bangun pagi-pagi buat nemenin emak aku buat beli sayur, modus sih. Sebernya pengen ngetes dia masih inget gak sih sama temennya yang super duper cantik ini. Waktu itu sih aku biasa aja sama dia, belum ke tahap suka.

Aku suka sama dia pas udah kelas 3 SMP, pas dia udah bisa bawa motor. Auranya itu beda, gatau dateng dari mana. Apalagi pas dia punya poni, terus dikibasin pelan-pelan ke kanan. Udah gitu tangan kanannya yang pake jam karet warna hitam kece itu nyusul buat benerin itu poni. Beeehhh... aku yakin kalau aja kalian liat sendiri posisi dia yang begitu diatas motor gedenya. Sama, pasti kelepek-klepek. 

Nah, karna aku adalah tipe pejuang keras. Tiap kesempatan ketemu di depan rumah selalu deh tuh aku nyapa dia. Pelan-pelan, aku yakinin diri aku. "Pasti dia bakal luluh, pasti kok dia bakal luluh. Ayo gue bisa, gue pasti bisa. lo liat aja, gue pasti dapetin lo." itu mantra ajaib aku yang udah hampir setengah tahun aku baca pagi-pagi jam 6 lewat 30 menit tiap hari sekolah. Dan jam 7 pagi pas lagi libur. Belum pernah aku lewatin kecuali pas aku lagi sakit, hebat kan? boleh dong sombong dikit. Cinta itu kudu diperjuangin, gitu sih katanya.

lama-lama aku nyium bau keberhasilan dari usahaku, dia sedikit perhatian juga. Aku senang sekali ketika Hafiz mulai peduli terhadapku. Beberapa hari yang lalu aku dipiinjami telepon genggam milik Hafiz. Waktu itu mungkin Dewi Fortuna tidak sengaja menjatuhkan keberuntungannya ditanganku. 

Jadi waktu pulang sekolah udah lewat sejam, aku masih duduk diem di halte depan sekolah dengan muka ling-lung. Terus tiba-tiba ada motor yang berhenti dedepanku, aku mulai dag dig dug soalnya aku paling jago kalau disuruh buat menghafal postur dan motor Hafiz. 'Haduh, kira-kira apa ya? apa iya dia mau bonceng gue? aduhh.. gue belom siap nih, mana muka udah kusut banget gini. Jelek dong nanti didepan dia. Tuhan, sekali ini aja kasih gue Ibu Perinya Cinderella' aku terus mikir aneh-aneh didalam hati.

"Tar, woi Tar. Budek lo ya?" bentak Hafiz tiba-tiba.

"Eh iya iya. Gue emang budek. Eh bukan, maksud gue ga budek. Gue lagi nunggu jemputan." Tuh kan aku jadi keliatan bego. Ya kalaupun sebenernya bego, tapi minimal didepan dia aku pengen keliatan pinter dikit lah. Gagal deh, udah muka kucel tambah jadi bego.

"Gue gak nanya, tanpa lo bilang juga gue udah tau. Udah sejam nih dari jam pulang, yang jemput udah lo hubungi belom? kalo belom nih gue pinjemin hp buat ngehubungin."

"Udah sihhh... eh tapi tadi waktu istirahat, iya waktu istirahat. Boleh deh, gue pinjem." Tuhan maafin aku lagi ya. Aku terpaksa. biar bisa deket sama dia gitu. 

Setelah kirim pesan, aku tidak sengaja melihat pesan masuk. Dari Ochi, iya bener dan nggak salah lagi memang dari Ochi. Benar dugaanku, sepertinya Ochi ini menyukai Hafiz. Dari caranya mengirim pesan sangt jelas terlihat. Jujur, agak jengkel juga melihat semua itu. Tapi tunggu, aku bingung kenapa harus juga aku jengkel. Bahkan aku hanya sekedar teman dan tetangganya, gak lebih. Duh, sadar dong sadar cuman sekedar teman. Aku cukup tau diri kok. Bahkan ketika hanya untuk berbicara denganmu aku harus menunggu Dewi Fortuna menghampiriku dulu, itu mustahil.

Ochi ini sering sekali menghubungi Hafiz. Setahuku dia mengenal Ochi di lomba MTQ. Ya, Ochi hampir sama seperti Hafiz, pintar mengaji. Setelah kulihat-lihat ternyata balasan Hafiz sangat singkat, bahkan terkesan cuek. Masih ada kesempatan buat aku. Horeee...
Begitulah aku mengetahui Ochi suka Hafiz.

"Is ada pesan masuk nih dari Ochi, mau gua bacain gak?" ngomong mau, aku mohon. Ngomong mau kali ini aja, tolong aku Dewi Fortuna.

"Dia bilang apa?"

"Fiz, udah sampai rumah? gitu doang. mau gue balesin gak?" Buset, banyak banget pesan diatasnya. Intip cepetan, intip cepetan.

"Gausah. Udah dibales belom pesan lo?"

"Belom nih, kok lama yaa... Ini deh gue kembaliin. Paling juga bentar lagi gue dijemput. Makasih pulsa dan HPnya ya." setengah hati aku mengembalikan HPnya, aku nggak rela.

Drrrttt drrrtttt...

"Mama tadi kan udah bilang dek, mama gak bisa jemput kamu tepat waktu. Acara di rumah Om Dika selesainya jam 04.30. Hp kamu kemana? pulsanya habis? kok nggak bilang? balesan dari mama lo" 

"Mampus, gua lupa!" tepuk jidat.

"Tadi lo bilang udah hubungin waktu istirahat. Gimana sih lo? naik taksi aja deh mendingan. Masih setengah jam kalo lo mau nunggu."

"Lo gak mau nebengin gue?" Sumpah demi apa, kok aku bisa-bisanya ngomong gini. Estar, gila kamu bener-bener gila.

"Gue gak langsung pulang. Sorry ya, gue duluan." dipakailah helemnya kembali. Setelah stater motor dia langsung tancep gas. Wusss...
Sepertinya otak dan hatiku untuk kali ini bersahabat, keduanya sama-sama ling-lung. Udah gitu doang.

...

Categories:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © Moccamoc | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑